Senin, 03 November 2008

Zen sangatlah sederhana

Zen sangatlah sederhana. Pernah ada seorang murid bertanya kepada seorang master Zen, "Apakah itu Zen?"

Sang guru menjawab, "Ketika lapar makan, ketika lelah tidur".
Sang murid menjawab, "Bukankah semua orang seperti itu?".
Sang guru menjawab, "Tidak... Kebanyakan orang ketika makan penuh pikiran, ketika tidur banyak urusan."

Zen sangatlah sederhana. Bila anda dapat hidup dengan melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, dengan tidak melekat pada masa lampau atau masa depan, namun hidup secara utuh pada saat sekarang, inilah hidup yang selaras dengan Zen.


Mungkin kita pernah mendengar tentang hal ini di dalam "Kungfu Panda"....
Di mana didalam film tersebut terdapat seorang guru bijak yang mengatakan
"Yesterday is history, tomorow is mystery, but today is a gift"

Sesuatu yang telah berlalu tidak akan pernah berlalu, ia tidak akan kembali lagi. Anda tidak dapat mengembalikan 1 menit yang lalu. Anda tidak akan dapat memutar balik waktu. Oleh karena itu dalam Zen kita melihat sangat masa lalu sebagai sebuah ilusi. Ia tidak betul-betul real.

Ada sebuah cerita Zen sebagai berikut:

Ada dua orang biksu di Jepang. Salah seorang biksu lebih senior dari pada biksu yang lain.
Suatu saat, ketika kedua biksu tersebut sedang berjalan, ada seorang wanita yang mengenakan kimono mahal hendak menyebrang jalan.
Namun, sepertinya wanita itu kesulitan untuk menyebrang, karena jalan digenangi oleh air sehabis hujan.
Langsung saja biksu senior menawarkan bantuan kepada wanita tersebut untuk menyebrang. Dengan menggendong wanita tersebut, biksu senior kemudian menyeberangkan wanita tersebut. Biksu junior yang melihat hal tersebut tampak tidak senang, sebab menurut aturan keBiksuan, seorang biksu dilarang untuk menyentuh wanita.

Setelah menyebrangkan wanita tersebut, kedua biksu meninggalkan wanita tersebut. Biksu Junior tetap diam saja sampai pada akhirnya biksu junior tidak dapat menahan diri dan bertanya kepada biku senior,
"Kita sebagai biksu tidak boleh menyentuh wanita, mengapa anda tadi menggendong wanita tersebut?"
Biksu senior menjawab, "Wanita apa...? Saya telah meninggalkannya tadi di jalan, mengapa kamu masih membawanya hingga sekarang?".


Apa yang ada di masa lalu tidak akan pernah kembali, namun banyak diantara kita yang terlalu membebani diri dengan sesuatu yang telah berlalu, sesuatu yang sebenarnya hanyalah ilusi. Ia hanyalah sesuatu yg eksis di kepala anda.

Bila anda dapat betul memahami hal ini, anda tidak akan terlalu terbeban dan hidup dalam bayang-bayang masa lalu. masa lalu adalah masa lalu, tetapi kita tidak akan pernah hidup di masa lalu, kita hanya hidup pada "saat ini".

Begitu pula dengan masa depan. Masa depan pun masih sebuah misteri. Apa yang anda sebut sebagai masa depan, hanyalah kumpulan imajinasi yang ada di kepala anda. Anda boleh-boleh saja berimajinasi, tapi jangan sampai kita tertipu dan menganggapnya sebagai sesuatu yang nyata. Bila yang anda imajinasikan adalah bagus, maka anda akan terbius olehnya. Bila yang anda imajinasikan adalah sesuatu yang negatif, maka anda akan jatuh dalam kekuatiran.

Hidup dalam angan-angan yang membiuskan atau hidup dalam kekuatiran tentulah bukan hidup yang menyenangkan.

Kita tidak pernah benar-benar tinggal di masa lalu atau masa depan. Itu adalah ilusi.
Manusia pasti dan selalu hidup pada "saat sekarang".

Tetap gunakan masa lalu sebagai bahan pertimbangan, tetaplah merencanakan masa depan, namun jangan terikat pada masa depan dan masa lalu. Ketahuilah, bahwa apa yang nyata hanya ada pada saat ini.



Gassho, Han-Lin

Tidak ada komentar: