Selasa, 26 Mei 2009
Sunyi
Bukan bersih atau kotor.
Bukan benar atau salah.
Bukan asli atau palsu.
Jangan bingung.
Semakin engkau berpikir, semakin engkau tersesat.
Tidakkah kau melihat air yang mengalir dari sumbernya.
Ia tidaklah resah atau bingung. Ia hanya mengalir saja.
ia tidak berpikir mengenai laut, namun ia pasti akan mencapainya.
Bila demikian, untuk apa resah.
Lepaskan segala bentuk,
Dan anda akan meliputi semua bentuk.
Kembali ke keluguan, bak seorang anak kecil.
Kembali menuju bentuk sejati.
Apakah itu?
Tiada bentuk.
Jumat, 02 Januari 2009
Zazen (Meditasi Zen)
Berhentilah untuk mengejar pengetahuan dari luar, atau terikat pada kata-kata.
Master Dogen mengatakan, "Bila anda membuat sedikit saja pikiran dualitas, maka anda akan menciptakan jurang pemisah bagaikan langit dan bumi."
Hentikan segala opini anda, dan wajah-asli dari segala sesuatu akan menampakan diri dengan sendirinya.
Master Dogen mengatakan bahwa jalan untuk memahami sang jalan ada banyak, namun ada satu jalan yang paling langsung, yang diwariskan dari buddha ke buddha (buddha disini menunjuk pada Buddha Sakyamuni dan para patriat yang tercerahkan). Jalan tersebut adalah melalui Zazen.
Anda bisa saja memiliki pengetahuan akan dharma, dan mungkin bangga terhadap pencerahan anda. Namun, tanpa praktik, maka semua itu sangatlah tidak berguna. Dan di dalam Zazen, praktik Dharma menjadi sempurna.
Dalam Zazen, kita duduk "sebagaimana adanya", kita melepaskan segala pandangan dualitas "baik-buruk, benar-salah".
Dalam Zazen, MAster Dogen bahkan mengatakan, "jangan berpikir untuk menjadi Buddha". Dengan maksud memperingatkan para muridnya untuk tidak melakukan Zazen untuk mendapatkan "kebuddhaan", sebab itu berarti anda menciptakan dualitas "buddha yang suci dan umat awam yang terdelusi"
Duduk tanpa melakukan apa pun, lepas kan semuanya, biarlah semua berfungsi bebas, dan semuanya akan kembali pada wajah-aslinya.
Dalam Zazen, kita menjadi utuh apa adanya.
Dalam Zazen tidak ada yang dicapai, dan oleh karenanya ia selalu mencapai segala sesuatu.
Dalam Zazen tidak ada pertentangan sama sekali. Dan oleh karenanya dalam Zazen anda menyatu dengan alam semesta, menyatu dengan "sang jalan".
Bagaimanakah cara melakukan Zazen?
Tempat
Carilah tempat yang sesuai, jangan terlalu terang jangan terlalu gelap. Carilah tempat yang sunyi, di mana tidak terdapat banyak orang jauh dari kebisingan. Jangan duduk di tempat yang terlalu banyak angin, karena anda bisa masuk angin. Jangan duduk di tempat yang terlalu panas atau dingin.
Peralatan
Ambil sebuah bantal dengan ketebalan sekitar 20cm. Bila tidak ada, bisa digunakan bantal biasa yang dilipat sehingga cukup tebal untuk diduduki. Ketika duduk, kita hanya menduduki sekitar 2/3 dari bantal.
Postur
Sebenarnya ada banyak postur, namun saya akan memperkenalkan 2 macam postur utama:
Pertama, adalah postur setengah teratai (postur paling mudah), yaitu duduk bersila dengan meletakkan kaki kiri di atas paha kanan.
Kedua, adalah postur teratai (bila tidak biasa lebih baik jangan dari pada nanti terluka). Duduk bersila dengan meletakkan kaki kanan di atas paha kaki kiri, kemudian letakkan kaki kiri di atas paha kaki kanan.
Kemudian letakkan punggung tangan kanan di atas kaki kiri (telapak tangan menghadap ke atas), dan letakkan punggung tangan kiri di atas telapak tangan kanan (telapak tangan juga menghadap ke atas). Kemudian sentuhkan secara lembut ujung jempol tangan kiri dengan ujung jempol tangan kanan, dengan posisi kedua jempol berdiri. Biasanya, bila kita melamun atau mengantuk, ujung jempol ini akan terpisah satu sama lain, atau akan turun (tidak tegak lagi). Jadi pastikan bahwa kedua jempol tegak dan saling bersentuhan secara lembut.
Duduk dengan punggung tegak, dengan dagu sedikit ditarik ke belakang. Gigi dan mulut menutup. Letakkan ujung lidah anda menyentuh gigi atas depan atau langit mulut secara lembut, dengan demikian lidah anda dapat mengembang dan rileks. Ketika melakukan Zazen, lakukan dengan mata terbuka atau setengah terbuka.
Biasanya di dalam monastery, Zazen dilakukan dengan menghadap tembok.
Postur ini sangatlah penting. Karena dengan menjaga postur anda selama Zazen, dapat menghindarkan anda dari ketiduran atau melamun. Selain itu, dengan postur yang benar, anda dapat duduk dalam waktu yang lama, sebab ini adalah postur yang nyaman. Ingat, anda harus duduk senyaman mungkin. Jangan terlalu banyak menggunakan otot untuk menjaga postur, tapi juga jangan terlalu malas. Selalu ingat untuk menjaga postur dengan benar. Semua guru Zen menganggap postur duduk sangatlah vital dalam ZEN.
Pikiran
Bagaimana pikiran kita selama Zazen. Ketika melakukan Zazen, jangan pikirkan tentang menjadi Buddha atau mencapai pencerahan. Zazen itu sendiri adalah pencerahan. Jangan berpikir tentang baik-buruk atau benar-salah. Duduklah sebagaimana adanya.
Master Dogen mengatakan, ” Berpikirlah mengenai tidak berpikir. Pikiran macam apakah itu? Biarkan pikiran berlalu. Inilah seni dari Zazen”.
Dalam Zazen kita bukanlah mengosongkan pikiran, namun juga tidak mengikuti pikiran. Kita biarkan pikiran datang dan pergi sebagaimana adanya dan kembalilah pada postur sebagaimana adanya.
Inilah attitude yang harus anda lakukan dalam melakukan Zazen.
Durasi
Waktu tidaklah menjadi masalah. Biasanya dalam monastery, para biksu duduk selama 40 menit. Namun, lama waktu duduk bukan menjadi patokan kualitas Zazen anda. Ingat dalam Zen kita melepaskan apa yang disebut kualitas bagus atau jelek. Berhasil atau gagal.
Saya merekomendasikan untuk duduk minimal 10 menit, dan maksimal 40 menit.
Lakukan Zazen setiap hari. Anda bisa duduk Zazen di pagi hari, atau di malam hari sebelum tidur. Waktu melakukan Zazen sangat fleksibel sesuai dengan kesibukan masing-masing orang. Yang diperlukan di sini adalah komitmen untuk mempraktikan Dharma dalam Zazen.
